Selembut bayu menyapa.. mengusap lembut seraut wajah.. menyentuh sekeping hati yang sedang leka bermusafir sendiri. Selembut bayu itu menyedarkan hati ini dari perjalanan kisah yang panjang.. menghembuskan suatu kekuatan buat jari jemari ini menari-menari di atas papan kekunci.. menari mengikut rentak kata hati.. melakar suatu coretan sebagai bingkisan buat semua yang sudi.
Assalamualaikum...
Jutaan terima kasih kerana sudi menjenguk. Semua artikel di dalam blog ini sejujurnya idea Ie sendiri kecuali pada beberapa bahagian yang telah dinyatakan sumbernya. Sebarang ulasan? Nyatakan sahaja, Ie amat menghargainya.
Namun, mohon tiada salinan semula artikel-artikel di sini melainkan dengan kredit sumber asal. Terima kasih. (^_^)
Monday, July 27, 2009
Michael Jackson
Ya Allah, hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. (iaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat). (Surah Al-Fatihah: 5-7)
Semoga roh semua umat Islam yang berjuang ke jalan Mu, Ya Allah, dicucuri rahmat. Amin...
Sunday, July 26, 2009
Marwa Al Sharbini
"Sedih. Miris. Itulah yang saya rasakan ketika melihat tayangan pemakaman the King of Pop, Michael Jackson yang begitu gegap gempita di televisi-televisi kita sepanjang hari kemarin. Beberapa stasiun tv bahkan bela-belain menayangkan tayangan eksklusif langsung dari AS acara penghormatan terakhir bagi si Raja Musik Pop sampai pagi ! Dan entah berapa juta mata masyarakat Indonesia yang rela menahan kantuk demi menyaksikan acara itu.
Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung pemakaman seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, wafat akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim.
Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di televisi-televisi Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa.
Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa ke tempat peristirahatannya yang terakhir, memang tidak sebanyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson.
Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa adalah lambang seorang muslim. Marwa mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski untuk itu ia kehilangan nyawanya.
Marwa ditikam di ruang sidang kota Dresden, Jerman saat akan memberikan kesaksian atas kasusnya. Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan kaparat keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.
Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita kemarin cuma dijejali dengan pemberitaan seputar pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangis kaum muslimin dunia untuknya.
Tapi tak mengapa Marwa … karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya. Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli."
Terkedu Ie. Perasaan sedih menyesak jiwa Ie tatkala menyudahkan bacaan artikel tersebut. Terima kasih kepada yang menulis berita ini. Tanpa anda mungkin masih ramai yang tidak tahu akan hal ini. Ie ada forward kan artikel ini buat teman-teman tapi Ie rasakan masih ramai yang tidak tahu akan hal ini. Jadi ruangan yang ada, Ie siarkan artikel ini. Moga kisah ini jadi iktibar buat semua pembaca. Amin...
Ya Allah, cucuri rahmat buat roh arwah Marwa dan tempatkanlah dia di tempat selayaknya sebagai pejuang agama Mu. Amin...
Saturday, July 25, 2009
Alpa
Tuhan,Janganlah engkau biarkan aku terleka
Dengan kenikmatan dunia Mu
Tunjukkanlah aku ke arah jalan yang benar
Ke arah mencapai nikmat Syurga Mu
Tuhan,
Sungguh aku akui
Aku hanya insan kerdil
Lemah dan tidak berdaya
Hanya dengan kuasa Mu aku bisa berdiri
Menghadapi setiap ujian dalam hidup ini
Tuhan,
Sedarkanlah aku dari setiap kealpaan
Bangkitkanlah aku dari setiap kekecewaan
Tabahkanlah aku menghadapi setiap dugaan
Kuatkanlah aku sepanjang perjalanan kehidupan
Tuhan,
Hanya pada Mu
Aku sandarkan harapan.
Wednesday, July 1, 2009
dan sebenarnya
Friday, June 26, 2009
kehilangan

Kehilangan
Sekali lagi aku merasakan
Hebatnya dugaan Mu ini Tuhan
Di hati ini terdetik keperitan
Bila tersedar dari lamunan
Betapa aku sudah tidak berpeluang
Membahagiakan dia di dunia ini
Impian yang ku bina setiap hari
Kini punah dihempas ombak dugaan ini
Pantasnya masa berlari
Akhirnya tiba detik untuk dia pergi
Sebelum sempat aku merealisasi
Segala apa yang ku impi
Tuhan
Aku meredhai
Akan ku terus berbakti
Buat kebahagiaannya di akhirat sana
Akan ku iringi setiap titis air mata ini
Dengan doa kudus ikhlas dariku
Teristimewa buatnya
perjalanan suatu kehidupan
Kalau masa boleh ku putar kembali
Teringin aku melewati awal tahun 2007
Bersama ibu menghantar dia ke kotaraya
Menjejaki kolej yang diidami
Cekal benar hatinya menimba ilmu
Meneruskan pelajaran jauh nun di kota
Kalau lah masa dapat berputar kembali
Teringin aku ke Ogos 2007
Meninggalkan kuliah yang tidak pernah surut
Untuk bersama-sama meraikan hari konvokesyen
Hari yang amat bermakna buat dia
Hari yang sangat ku nantikan
Untuk ku rai bersamanya
Tapi semua hanya suatu janji
Yang tidak mampu aku penuhi
Sekali ini sahaja mak, lepas ni tidak lagi
Rayu dia demi sejambak mawar
Sempena kejayaan

Kalau masa dapat diputar lagi
Ingin sekali aku kembali
Ke musim tengkujuh tahun lalu
Merenung wajah sucinya
Menyalami dan mencium tangan
Mengusap rambutnya
Mendengar celotehnya
Menenangkan kebimbangannya
Bersama-sama merasai kerisauaannya
Dan sentiasa berada di sisinya
Saat dia merasa sepi
Kalau lah masa boleh kembali
Hanyalah suatu khayalan
Yang tak mungkin terjadi
Kini dia pergi
Dan tidak mungkin akan ku temu lagi
Perkara yang sudah berlaku
Biarlah ia terus berlalu
Buat mengajar diriku erti pengalaman
Yang tidak akan pernah aku lupakan
Dan yang pasti telah mengajar aku
Menjadi seorang yang matang
Dewasa mengikut zaman
Terima kasih, Tuhan
Kurniakan lah aku lautan ketabahan.
hati ini

Bagaimana mampu ku usir apa yang tersirat di hati
Bagaimana mampu ku hadir damai di jiwa ini
Sedangkan aku seorang yang tidak betah bercerita
Jika tiada yang bertanya
Bagaimana mampu ku hilangkan kesedihan ini
Bagaimana mampu ku hamparkan keriangan di hati ini
Sedangkan semua keperitan ku tabur di sini
Sebati terpendam jauh di lubuk hati
Tuhan
Hanya kepada Mu aku mengharap
Kerana hanya kepada Mu
Aku mencurah rasa hati ini
ibu

sepi

Jika aku sedih
siapa yang sudi
berkongsi perasaan ini
Jika aku sepi sendiri
siapa yang sudi menemani
Insan sekerdil ku tiada siapa yang peduli
Entah hidup entahkan sudah tiada lagi
Andai hidup ini
ku lalui dengan jiwa yang kosong
Mampu kah ku mengemudi
Tanpa arah tanpa tujuan
Alhamdulillah
Ku menyedari
Masih ada yang sentiasa bersama ku
Walau sedih walau sendiri
Walau sepi setiap hari yang menemani
Dia sentiasa hadir menumpahkan rahmat
Jadi tiada sebab untuk ku persiakan hidup ini
Akan ku pertaruhkan jiwa ini
ke jalan Mu, ya Illahi
Bila mengenal Rabbi
Sendiri bukan lagi bererti sepi
Tiada lagi sepi kerana sendiri
Allah sentiasa di sisi
menemani
Monday, June 8, 2009
Teman

Teman..
tegurlah aku andai aku silap
bimbinglah aku andai aku sesat
bersama aku andai aku dirundung duka
dan bersama meraikan andai aku gembira
kerana hadirmu teman
membahagiakan aku
umpama sinaran bulan
yang menyuluh kelamnya malam
teman..
mendung dihatiku
ingin sekali ku dendang kepadamu
secerah suria dihatiku juga
ingin sekali ku gurindamkan buatmu
kerana bagiku
tiada hari seceria bersama seorang
yang bernama teman.
