Assalamualaikum...

Jutaan terima kasih kerana sudi menjenguk. Semua artikel di dalam blog ini sejujurnya idea Ie sendiri kecuali pada beberapa bahagian yang telah dinyatakan sumbernya. Sebarang ulasan? Nyatakan sahaja, Ie amat menghargainya.
Namun, mohon tiada salinan semula artikel-artikel di sini melainkan dengan kredit sumber asal. Terima kasih. (^_^)

Monday, July 27, 2009

Michael Jackson

Mungkin agak terlewat untuk Ie perkatakan tentang hal ini. Ie sendiri tidak pasti dan tertanya-tanya berkenaan cerita sebenar di sebalik kematian Michael Jackson. Andainya benar beliau dibunuh kerana memeluk Islam, memang ia sesuatu yang patut dihebohkan kepada umum. Dan buat arwah moga rohnya tenang dan aman di sana. Buat semua pembaca yang ingin tahu lebih lanjut apa yang telah Ie baca di Mangga Online yang ditulis oleh Norman Ismail, bertajuk "Ada konspirasi bunuh MJ?" jengah lah sebentar ke http://www.manggaonline.com.my. Artikel ini telah disiarkan sejak 21 Julai 2009 yang lalu.

Ya Allah, hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. (iaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat). (Surah Al-Fatihah: 5-7)

Semoga roh semua umat Islam yang berjuang ke jalan Mu, Ya Allah, dicucuri rahmat. Amin...

Sunday, July 26, 2009

Marwa Al Sharbini

Pertengahan Julai lalu, Ie menerima email dari seorang kawan. Tajuknya antara Michael Jackson dan Marwa Al-Sharbini. Pastinya Michael Jackson, Ie kenali kerana kepopulariti yang dimilikinya. Tapi siapa Marwa Al-Sharbini? Tak pernah pun wajah pemilik nama ini tercetak di media cetak mahupun elektronik.. Lantas Ie baca artikel email berbahasa Indonesia tersebut.


"Sedih. Miris. Itulah yang saya rasakan ketika melihat tayangan pemakaman the King of Pop, Michael Jackson yang begitu gegap gempita di televisi-televisi kita sepanjang hari kemarin. Beberapa stasiun tv bahkan bela-belain menayangkan tayangan eksklusif langsung dari AS acara penghormatan terakhir bagi si Raja Musik Pop sampai pagi ! Dan entah berapa juta mata masyarakat Indonesia yang rela menahan kantuk demi menyaksikan acara itu.

Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung pemakaman seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, wafat akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim.

Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di televisi-televisi Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa.
Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa ke tempat peristirahatannya yang terakhir, memang tidak sebanyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson.

Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa adalah lambang seorang muslim. Marwa mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski untuk itu ia kehilangan nyawanya.

Marwa ditikam di ruang sidang kota Dresden, Jerman saat akan memberikan kesaksian atas kasusnya. Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan kaparat keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita kemarin cuma dijejali dengan pemberitaan seputar pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangis kaum muslimin dunia untuknya.
Tapi tak mengapa Marwa … karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya. Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli."


Terkedu Ie. Perasaan sedih menyesak jiwa Ie tatkala menyudahkan bacaan artikel tersebut. Terima kasih kepada yang menulis berita ini. Tanpa anda mungkin masih ramai yang tidak tahu akan hal ini. Ie ada forward kan artikel ini buat teman-teman tapi Ie rasakan masih ramai yang tidak tahu akan hal ini. Jadi ruangan yang ada, Ie siarkan artikel ini. Moga kisah ini jadi iktibar buat semua pembaca. Amin...

Ya Allah, cucuri rahmat buat roh arwah Marwa dan tempatkanlah dia di tempat selayaknya sebagai pejuang agama Mu. Amin...

Saturday, July 25, 2009

Alpa

Tuhan,
Janganlah engkau biarkan aku terleka
Dengan kenikmatan dunia Mu
Tunjukkanlah aku ke arah jalan yang benar
Ke arah mencapai nikmat Syurga Mu

Tuhan,
Sungguh aku akui
Aku hanya insan kerdil
Lemah dan tidak berdaya
Hanya dengan kuasa Mu aku bisa berdiri
Menghadapi setiap ujian dalam hidup ini

Tuhan,
Sedarkanlah aku dari setiap kealpaan
Bangkitkanlah aku dari setiap kekecewaan
Tabahkanlah aku menghadapi setiap dugaan
Kuatkanlah aku sepanjang perjalanan kehidupan

Tuhan,
Hanya pada Mu
Aku sandarkan harapan.

Wednesday, July 1, 2009

dan sebenarnya


dalam hidup ini pasti ada rindu yang bertandang. sementelah sayang tidak pernah padam, cinta yang bersemi tanpa diundang.

Friday, June 26, 2009

kehilangan


Kehilangan
Sekali lagi aku merasakan

Hebatnya dugaan Mu ini Tuhan
Di hati ini terdetik keperitan

Bila tersedar dari lamunan
Betapa aku sudah tidak berpeluang

Membahagiakan dia di dunia ini
Impian yang ku bina setiap hari
Kini punah dihempas ombak dugaan ini

Pantasnya masa berlari
Akhirnya tiba detik untuk dia pergi

Sebelum sempat aku merealisasi
Segala apa yang ku impi

Tuhan
Aku meredhai

Akan ku terus berbakti
Buat kebahagiaannya
di akhirat sana
Akan ku iringi setiap titis air mata ini
Dengan doa kudus ikhlas dariku
Teristimewa buatnya

perjalanan suatu kehidupan

Kalau masa boleh ku putar kembali
Teringin aku melewati awal tahun 2007
Bersama ibu menghantar dia ke kotaraya
Menjejaki kolej yang diidami
Cekal benar hatinya menimba ilmu
Meneruskan pelajaran jauh nun di kota


Kalau lah masa dapat berputar kembali
Teringin aku ke Ogos 2007
Meninggalkan kuliah yang tidak pernah surut
Untuk bersama-sama meraikan hari konvokesyen
Hari yang amat bermakna buat dia
Hari yang sangat ku nantikan
Untuk ku rai bersamanya
Tapi semua hanya suatu janji
Yang tidak mampu aku penuhi
Sekali ini sahaja mak, lepas ni tidak lagi
Rayu dia demi sejambak mawar
Sempena kejayaan



Kalau masa dapat diputar lagi
Ingin sekali aku kembali
Ke musim tengkujuh tahun lalu
Merenung wajah sucinya
Menyalami dan mencium tangan
Mengusap rambutnya
Mendengar celotehnya
Menenangkan kebimbangannya
Bersama-sama merasai kerisauaannya
Dan sentiasa berada di sisinya
Saat dia merasa sepi


Kalau lah masa boleh kembali
Hanyalah suatu khayalan
Yang tak mungkin terjadi
Kini dia pergi
Dan tidak mungkin akan ku temu lagi
Perkara yang sudah berlaku
Biarlah ia terus berlalu


Buat mengajar diriku erti pengalaman
Yang tidak akan pernah aku lupakan
Dan yang pasti telah mengajar aku
Menjadi seorang yang matang
Dewasa mengikut zaman
Terima kasih, Tuhan
Kurniakan lah aku lautan ketabahan.


hati ini


Bagaimana mampu ku usir apa yang tersirat di hati
Bagaimana mampu ku hadir damai di jiwa ini
Sedangkan aku seorang yang tidak betah bercerita
Jika tiada yang bertanya


Bagaimana mampu ku hilangkan kesedihan ini
Bagaimana mampu ku hamparkan keriangan di hati ini
Sedangkan semua keperitan ku tabur di sini
Sebati terpendam jauh di lubuk hati


Tuhan
Hanya kepada Mu aku mengharap
Kerana hanya kepada Mu
Aku mencurah rasa hati ini


ibu




Ibu… Perjuangan seorang ibu bermula dengan mengandung. Sembilan bulan membawa kandungan yang kian hari semakin membesar ke sana ke mari. Perjuangan seorang ibu bertambah getir di saat melahirkan. Kesakitan yang dialami hanya yang pernah lalui sahaja yang tahu. Peritnya sehingga kematian kerana melahirkan umpama mati syahid. 




Ibu… bukan setakat menyusu tetapi mendidik seorang manusia yang masih belum mengenal dunia, seorang manusia yang seumpama sehelai kain putih. Kasihnya ibu tidak pernah mengenal malam dan siang dalam menjaga anaknya. Kasihnya dia sehingga Allah SWT menjanjikan pahala buat seorang ibu yang tidak tidur kerana menjaga anaknya yang sakit seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.




Ibu… senyuman tidak pernah lekang di bibirnya tatkala menceritakan perihal kejayaan anaknya. Sentiasa bangga mempunyai seorang anak yang berjaya walaupun kejayaan yang tidak sehebat mana.




Ibu… air matanya tidak pernah hapus melihat kesukaran anaknya dalam menempuh setiap ujian dan dugaan hidup. Tidak sanggup seorang ibu mendengar jeritan kesakitan anaknya. Tidak sanggup dia melihat air mata kegagalan anaknya. Seolah ingin dia yang menggantikan tempat itu.




Ibu… Kesabarannya menggunung dalam mendewasakan anaknya menjadi manusia berguna. Kelelahannya tidak pernah minta dinilai. Kasih sayangnya terus subur, sentiasa mekar di setiap detik yang berlalu.




Ibu… Kolam matanya bertakung menitip doa buat arwah anak yang pergi dulu sebelummu. Namun tabahnya ibu menutup segala kesedihan yang terbeban di bahu. 

Ibu… hanya syurga yang layak buat insan semulia mu.

sepi


Jika aku sedih

siapa yang sudi

berkongsi perasaan ini

Jika aku sepi sendiri

siapa yang sudi menemani

Insan sekerdil ku tiada siapa yang peduli

Entah hidup entahkan sudah tiada lagi

Andai hidup ini

ku lalui dengan jiwa yang kosong

Mampu kah ku mengemudi

Tanpa arah tanpa tujuan

Alhamdulillah

Ku menyedari

Masih ada yang sentiasa bersama ku

Walau sedih walau sendiri

Walau sepi setiap hari yang menemani

Dia sentiasa hadir menumpahkan rahmat

Jadi tiada sebab untuk ku persiakan hidup ini

Akan ku pertaruhkan jiwa ini

ke jalan Mu, ya Illahi

Bila mengenal Rabbi

Sendiri bukan lagi bererti sepi

Tiada lagi sepi kerana sendiri

Allah sentiasa di sisi

menemani


Monday, June 8, 2009

Teman


Teman..
tegurlah aku andai aku silap
bimbinglah aku andai aku sesat
bersama aku andai aku dirundung duka
dan bersama meraikan andai aku gembira

kerana hadirmu teman
membahagiakan aku
umpama sinaran bulan
yang menyuluh kelamnya malam

teman..
mendung dihatiku
ingin sekali ku dendang kepadamu
secerah suria dihatiku juga
ingin sekali ku gurindamkan buatmu

kerana bagiku
tiada hari seceria bersama seorang
yang bernama teman.